Image of Kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Blanakan, Kabupaten Subang

Text

Kajian Pengetahuan Lokal Masyarakat Nelayan Blanakan, Kabupaten Subang



Pengetahuan lokal yang berkenaan dengan usaha penangkapan ikan di laut pada masyarakat nelayan di kabupaten Subang, khususnya masyarakat nelayan Kecamatan Blanakan, sejauh ini belum terdeskripsi secara rinci. Sehubungan dengan itu, bertolak dari apa yang menjadi masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk menemukenali (menginvertarisai dan mendokumentasikan) bentuk-bentuk pengetahuan lokal yang ada di kalangan masyarakat nelayan Kecamatan Blanakan dan mengetahui fungsi pengetahuan lokal bagi masyarakat nelayan Kecamatan Blanakan. Blanakan merupakan satu dari 20 buah kecamatan yang secara administratif termasuk dalam Kabupaten Subang, dengan batas greografis sebelah utara dengan Laut Jawa, sebelah selatan dengan Kecamatan Ciasem, sebelah timur dengan Kecamatan Sukasar, dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Cimalaya Wetan serta Kabupaten Karawang. Letak Kecamatan Blanakan yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa membuat mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah sebagai nelayan. Sedangkan sisanya terdiri atas: buruh tani dan petani pemilik sawah/ladang, pedagang, tukang ojeg, karyawan swasta, peternak, perajin perahu, pengumpul hasil tangkapan ikan, pembudidaya tambak, Aparatur Sipil Negara, TNI/Polri, pengrajin, montir, dan tukang kayu. Laut bagi para nelayan Kecamatan Blanakan tidak hanya merupakan genangan air yang sangat luas dan habitat berbagai jenis ikan, tetapi juga wilayah yang penuh dengan “misteri”. Mereka mempercayai bahwa laut ada “penunggunya”. Pengetahuan yang sangat erat kaitannya dengan kepercayaan ini pada gilirannya membuat adanya berbagai pantangan ketika sedang berada di laut, seperti tidak boleh berkata jorok/porno, mengeluh, dan mengumpat laut atau hasil tangkapan ketika sedang berlayar karena dapat mengakibatkan kemalangan. Sementara pengetahuan yang berkenaan dengan jaring berfungsi sebagai acuan atau pedoman dalam menangkap jenis-jenis ikan tertentu. Masyarakat nelayan Blanakan mengenal sembilan macan alat tangkap ikan (jaring), Yaitu: (1). Kejer, (2). Millennium, (3). Bubu wadong (binter), (4). Bubu Apollo, (5). Dogol, (6). Arad, (7). Kursin, (8). Payang dan (9). Cantrang. Ke-9 jenis jaring tersebut satu dengan yang lain mempunyai kegunaan tersendiri.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
A.38 SIP
Penerbit Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Jawa Barat : Bandung.,
Deskripsi Fisik
29 cm, 21 cm, ilust, tabel, bibli, vi, 69 hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
A.38 SIP
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
2 eks
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this