Image of Pendayagunaan Komunitas Kebudayaan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Budaya di Kabupaten Tasikmalaya

Text

Pendayagunaan Komunitas Kebudayaan dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Budaya di Kabupaten Tasikmalaya



Pendayagunaan Sanggar Seni sebagai komunitas kebudayaan memiliki peran penting dalam pengembangan dan pemanfaatan budaya di Kabupaten Tasikmalaya. Terlebih dalam penyusunan PPKD (Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah) yang memfokuskan kebudayaan dalam pembangunan, maka perlu peran dan upaya pemerintah (stakeholder) dalam pendayagunaan komunitas budaya dengan agenda dan tujuan jelas yang melibatkan partisipasi masyarakat (sanggar dan pelaku seni) dengan pendekatan bottom up (dari bawah ke atas). Sanggar di Tasikmalaya selain sebagai wadah bagi para seniman dan masyarakat yang ingin belajar seni, juga sebagai mitra pemerintah untuk memajukan seni dan budaya daerah dalam upaya pelestarian nilai budaya di Tasikmalaya. Sanggar Seni Tradisional yang masih eksis di Kabupaten Tasikmalaya adalah Sanggar Sekar Galih Lodong Gejlik wayang pimpinan Pak Usep Tatan Turyana, Sanggar Seni Gentra Senia Pimpinan Tita Novitawati, dan Sanggar Seni Putra Pajajaran Pimpinan Pak Apep Suherlan. Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan pendayagunaan komunitas kebudayaan (Sanggar Seni) dalam pengembangan OPK khususnya yang terkait dengan penyebarluasan dan pengayaan keberagaman. Keberadaan suatu komunitas kebudayaan (Sanggar Seni) tidak bisa dilepaskan dengan adanya dimensi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Orang sering mengaitkan tradisi dengan lintasan waktu yang panjang, tidak berubah, dan sesuatu yang asli. Namun, tidak ada tradisi yang tidak mengalami perubahan, karena perubahan zaman dan pola berpikir atau perilaku. Akhirnya, tradisi harus mampu membiakkan atau mengembangkan dirinya sendiri. Melalui orang atau seniman yang masih hidup, mengetahui dan menginginkan untuk menghidupkan tradisi meskipun kadang dengan cara menyesuaikan dengan masa kini. Tradisi dapat hilang atau rusak bila pewarisnya tidak melakukan pewarisan dan menggelar pertunjukkan, karena dengan hanya dipraktikkan maka tradisi tetap hidup di masa kini. Adapun upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi sanggar atau pelaku seni agar mereka berkembang, diantaranya diikutsertakan dalam berbagai kegiatan di Disdikbud seperti gelar seni kesenian daerah, pasanggiri dan difasilitasi dalam kegiatan di luar seperti helaran acara provinsi dan pasanggiri yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
A.34 KOM
Penerbit Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Jawa Barat : Bandung.,
Deskripsi Fisik
29 cm, 21 cm, ilust, tabel, bibli, iv, 96 hal
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
A.34 KOM
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
2 eks
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this